CERITERA CINTA FARA :D
Aku rindu ! Sungguh aku rindu ! Bagaimana harus aku sampaikan rindu yang membelenggu ini padamu ? Hendak hantarkan mesej ringkas , Aku takut dia tidak membalas . Hendak menelefon , aku takut dia tidak berjawab . Hendak pergi berjumpanya , aku takut mengganggu . Justeru , apa yang harus aku lakukan untuk menyingkirkan rindu yang terus menghempap dada ini ?
"Orang selalu kata, jangan jadi seperti pungguk . Yang menanti untuk bersama rembulan tapi sayang tidak dapat digapai oleh sesiapa . Rembulan pula , lebih suka berdamping dengan kerdipan bintang yang nyata lebih mempesona dan berkilau . Orang selalu kata jangan jadi seperti pelangi . Yang tampak cantik jalurnya tapi munculnya semetara . Orang selalu kata jangan jadi ombak . Yang sentiasa menghempas pantai namun tidak berteman" ..
"Namun aku tetap mahu jadi seperti pungguk , yang setia merindu , mencinta dan menyayangi rembulan . Aku tetap mahu jadi seperti pelangi yang mewarnai alam dengan rona yang ceria . Dan aku tetap mahu jadi seperti ombak yang menghanyutkan pasir-pasir putih turun sama ke dasar laut" ..
"Mengapa aku mahu jadi seperti pungguk ?"
Bukankah perkara sia-sia dengan menanti rembulan berbicara dengannya ? Tidak ! Pungguk itu satu teladan yang baik . Pungguk itu satu lambang kesetiaan yang murni . Betapa setianya pungguk menunggu rembulan saban malam dengan harapan rembulan dapat mendengar isi hatinya yang kesunyian ..
"Mengapakah aku ingin menjadi seperti pelangi ?"
Bukankah sifatnya hanya sementara ? Pelangi yang hanya muncul selepas turun hujan dan hilang selepasnya . Tapi benar , walawpun sifatnya hanya sementara , ia sudah cukup menyerikan alam dengan rona yang gemilang , Kehadirannya sudah cukup meriangkan hati-hati yang melihat . Sudah cukup dengan satu senyuman yang terukir di bibir yang memandang . Yang diserakkan oleh cahaya mentari , terbias menjadi tujuh warna penyeri . Tujuh warna yang punya definisi tersendiri . Namun apa yang pasti , warna-warna itu menyirnakan duka dan menggamit ria .
"Mengapa aku ingi jadi seperti ombak ?"
Bukankah menyakitkan menghempas tubuh pada pesisir pantai ? Tidak ! Ombak sebenarnya menemani pantai yang kesepian . Deruannya umpama lagu merdu yang didendangkan buat peghibur rawan . percikakan airnya menghantar kedinginan , menyejukkan jiwa yang kepanasan .
Justeru itu , mana signifikannya yang menyatakan bahawa yang menjadi pungguk , pelangi , ombak adalah sesuatu yang mendatangkan manfaat ? Pemikiran manusia terlalu singkat . Terlalu mementingkan diri sendiri . Manusia memang tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki .
Berbalik kepada kisah pungguk tadi , begitulah diibaratkan dengan diri ini . Penantian itu memang satu penyeksaan . Setianya menanti sudah tidak mampu dihitung . Setianya menunggu sudah tidak mampu dibilang . Namun aku tetap setia dengan harapan agar dia dapat mendengar rasa hati sepertimana pungguk yang mahu rembulan memahami bicara hatinya .
Seperti ombak yang sentiasa bergulungan menyapa pantai . Begitulah diri ini yang sentiasa berharap akan kepulangannya membawa hati yang dicuri . Aku tidak berharap dia pulang dengan menyatakan sebab pemergiannya . Cukuplah dia pulang dengan sinar cinta yang masih menyala di dalam matanya .
Kadangkala ingin sahaja aku menyuruh pungguk menebarkan sayapnya agar terbang menegur pelangi agar terus setia menyinari alam dengan warnanya yang berseri . Kadangkala mahu sahaja aku mendesak agar ombak berhenti menghempas pantai . biar pantai mengerti betapa sunyinya tanpa kehadiran ombak .
Oh , betapa aku lupa realiti merupakan sesuatu yang amat pahit untuk ditelan . Semua yang aku bicarakan tadi hanyalah angan-anagan yang aku pasang lalu aku gantungnya tidak bertali . Betapa aku hanyut dengan emosi ku sehingga mengabaikan kenyataan yang hakiki . Betapa keanak-anakan nya aku dengan mimpi indah yang apabila aku sedar hanyalah satu mainan tidur .....
" DAN SEBENARNYA AKU HANYA DILANDA RINDU "
Tiba masanya kita saling berbicara,
Tentang perasaan yang kian menyiksa,
Tentang rindu yang kian menggebu,
Tentang cinta yang tak pernah terungkap.
Rindu di dalam hati sudah amat sarat . Tidak mampu lagi dibendung . Ingin saja diri ini berlari menemui lelaki yang telah mencuri hati dan perasaan saat itu juga . Betapa aku rindukan untuk menatap wajahmu itu . Betapa aku rindu untuk mendengar suaramu yang serak-serak itu . Betapa aku rindu akan renunganmu matamu yang redup itu . Aku lemas bergelumang dengan rindu yang menyiksakan dada ini .
Tukang taip : Nurfarah :)
© Profile Original & Official ® █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║ Verified Official by blogger copyright|Aqu Skema Glerr.

Comments